Kamis, 08 Agustus 2019

Keterlibatan Kerja


1.      Keterlibatan Kerja
a.      Pengertian Keterlibatan Kerja
Robbin (2006: 94) mengatakan bahwa keterlibatan kerja didefinisikan sebagai mengukur derajat sejauh mana seseorang secara psikologis mengaitkan dirinya ke pekerjaanya dan menganggap tingkat kinerjanya sebagai hal penting bagi harga diri. Karyawan dengan tingkat keterlibatan kerja yang tinggi dengan kuat mengaitkan dirinya ke jenis kerja yang dilakukan dan benar-benar peduli dengan jenis kerja itu.
Selanjutnya, Robbin dan Judge (2017: 46) mengatakan bahwa keterlibatan kerja adalah yang mengukur tingkat di mana orang-orang mengidentifikasi secara psikologi dengan pekerjaannya dan menganggap kinerja mereka yang dihargai penting untuk nilai diri. Pekerja dengan tingkat keterlibatan kerja yang tinggi mengidentifikasi secara kuat dan benar-benar peduli dengan jenis pekerjaan yang mereka lakukan.
Sedangkan, menurut Wuradji (2011: 30) mengatakan bahwa keterlibatan kerja merupakan keadaan karyawan untuk menyatu dengan pekerjaannya dan dengan kesadarannya sendiri berpartisipasi secara aktif dalam tugas organisasi, serta menghargai pekerjannya sebagai sesuatu yang berharga. Karyawan yang memiliki Job involvement yang tinggi akan berusaha bekerja sebaik-baiknya, berusaha meningkatkan kinerjanya dalam upaya memajukan organisasi secara keseluruhan.
Sementara, Lodahl dan Krejner (1965) dalam Cohen (2003:28) berpendapat bahwa keterlibatan kerja adalah internalisasi tentang segala nilai-nilai yang baik di pekerjaan atau pentingnya nilai diri bagi seseorang. Orang yang tidak terlibat pada kerja mereka atau organisasi yang mempekerjakan mereka tidak dapat diharapkan merasakan kepuasan yang sama dengan mereka yang terlibat dalam pekerjaan. Variabel ini menjelaskan bahwa dua pekerja dapat mempunyai tingkat kepuasan yang berbeda untuk tingkat kinerja yang sama (Gibson, Ivancevich dan Donneley, 1997:164). Oleh karena itu, job involvement  penting untuk dilakukan penelitian karena menunjukkan kenyataan di mana individu secara pribadi dilibatkan dengan peran kerjanya (Wibowo, 2007: 231).
Dari beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa keterlibatan kerja adalah identifikasi psikologis individu dengan pekerjaannya dan mengangap kinerja mereka penting bagi citra diri individu.

Daftar Pustaka
Cohen, Aaron. 2003. Multiple Commitments in the Workplace: An Integrative Approach. New Jersey: LEAKhan, et.al.,2011. Job Involvement as Predictor of Employee Commitment: Evidence from Pakistan., 6(4): 252-262Strauus, George dan Leonard R. Sayles. 1990. Manajemen Personalia: Segi Manusia dalam Organisasi. Jakarta: Binaman Pressindo




Tidak ada komentar:

Posting Komentar